Pelatihan Penilaian Risiko Bersama Menggunakan Joint Risk Assessment Operational Tools (JRA-OT)

  LATAR BELAKANG

Penyakit zoonosis adalah penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia atau dari manusia ke hewan. Penyakit zoonosis adalah masalah kesehatan masyarakat dan ekonomi, karena telah menyebabkan sekitar 2,4 miliar kasus dan 2,7 juta kematian pada manusia setiap tahun, pada tahun 2014 epidemi Ebola bertanggung jawab atas kerugian ekonomi $ 2,2 miliar. Deteksi dini dan pengelolaan penyakit zoonosis dan surveilans pada hewan dan manusia merupakan langkah penting menuju pengendalian dan pencegahan zoonosis. WHO, FAO, dan OIE telah mengembangkan metode penilaian risiko dengan Joint Risk Assessment (JRA) Tool pada tahun 2017 sebagai “One Health Concept” yang telah diperkenalkan sejak tahun 2006.

Implementasi One Health di Indonesia merupakan rencana yang ambisius, terutama karena kita terbiasa untuk bekerja secara individu daripada bermitra dengan pemangku kepentingan lainnya. Training of Trainer penyakit zoonosis yang dilakukan Kementerian Kesehatan di 34 provinsi pada tahun 2022 diharapkan dapat menyoroti pentingnya kerjasama lintas sektoral dalam kampanye penanggulangan penyakit menular emerging dan re-emerging. Tantangan terbesar penerapan one health di tingkat daerah adalah koordinasi dengan pengambil kebijakan di daerah. Gubernur (tingkat Provinsi) dan Bupati / Walikota (tingkat Kabupaten) sangat penting untuk melibatkan semua orang yang terlibat dalam penyakit zoonosis untuk mengkoordinasikan tindakan diantara mereka.

Seperti yang disampaikan oleh Bank Dunia dalam pertemuan Side Event G20 di Indonesia bahwa penyakit Zoonosis kemungkinan akan terjadi dalam 25 tahun ke depan, dan responnya perlu diubah dari pendekatan reaktif ke manajemen pengurangan risiko preventif. Selanjutnya, Joint Risk Assessment (JRA) untuk zoonosis penting dilakukan untuk mengelola risiko penyakit zoonosis dari kontak manusia-hewan-lingkungan. JRA terutama dirancang untuk staf di tingkat nasional yang bertanggung jawab di bidang kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan. Namun, pemerintah daerah adalah yang pertama menanggapi peringatan penyakit zoonosis, oleh karena itu penerapan perangkat ini di tingkat provinsi atau kabupaten sangat dianjurkan.

Kegiatan ini akan mendukung lokakarya implementasi perangkat JRA di delapan provinsi di Indonesia : Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, DKI Jakarta, Lampung, Banten, Sumatera Selatan, dan Gorontalo. Lokakarya akan dilakukan dengan metodologi hybrid.

TUJUAN

Pelatihan bertujuan untuk menyiapkan, menyusun, melaksanakan dan menggunakan hasil joint risk assessment. Secara khusus bertujuan untuk:

  1. Membentuk dan Melakukan Pertemuan Komite Pengarah JRA
  2. Menentukan Ketua JRA
  3. Membentuk dan Melakukan Pertemuan Tim Teknis JRA
  4. Membentuk dan Melakukan Pertemuan Kelompok Pemangku Kepentingan JRA
  5. Menyusun Kerangka Risiko JRA
  6. Mengidentifikasi dan Membuat Diagram Alur Risiko (Risk Pathways)
  7. Merumuskan dan Mendokumentasikan Pertanyaan JRA
  8. Karakterisasi Risiko
  9. Mengidentifikasi Pilihan dalam Manajemen Risiko dan Pesan Komunikasi
  10. Mendokumentasikan JRA

SASARAN PESERTA

  1. Dinas Kesehatan
  2. Dinas Pertanian
  3. Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup
  4. BKSDA/ Taman Nasional
  5. B/BBVet
  6. B/BTKL-PP

METODE PELATIHAN

Pembelajaran dilakukan secara daring selama 3 hari dan secara luring selama 3 hari. Pembelajatan daring akan menggunakan aplikasi zoom.

Persiapan Peserta saat pelatihan daring:

  1. Download aplikasi zoom
  2. Dianjurkan menggunakan laptop
  3. Pastikan signal internet baik
  4. Gunakan virtual background yang akan dibagikan oleh panitia
  5. Gunakan nama dengan pengaturan: Nama Panjang-Instansi

Persiapan peserta saat pelatihan luring:

  1. Membeli tiket sendiri (klaim ke panitia saat peserta sampai lokasi pelatihan)
  2. Pastikan semua bukti transportasi ada dan diserahkan ke panitia
  3. Peserta akan diinapkan dalam 1 kamar untuk 2 orang
  4. Peserta akan mendapatkan uang harian dan pengganti transportasi

MATERI PEMBELAJARAN

Modul 0: Pengantar Joint Risk Assessment (JRA)

Langkah 0: Materi Pengantar

Modul 1: Persiapan Joint Risk Assessment (JRA)

Langkah 1: Membentuk dan Melakukan Pertemuan Komite Pengarah JRA
Langkah 2: Menentukan Ketua JRA
Langkah 3: Membentuk dan Melakukan Pertemuan Tim Teknis JRA
Langkah 4: Membentuk dan Melakukan Pertemuan Kelompok Pemangku Kepentingan JRA

Modul 2: Penyusunan Kerangka Risiko Joint Risk Assessment (JRA)

Langkah 5: Menyusun Kerangka Risiko JRA

Modul 3: Pelaksanaan Joint Risk Assessment (JRA)

Langkah 6: Mengidentifikasi dan Membuat Diagram Alur Risiko (Risk Pathways)
Langkah 7: Merumuskan dan Mendokumentasikan Pertanyaan JRA
Langkah 8: Karakterisasi Risiko

Modul 4: Penggunaan Hasil Keluaran Joint Risk Assessment (JRA)

Langkah 9: Mengidentifikasi Pilihan dalam Manajemen Risiko dan Pesan Komunikasi
Langkah 10: Mendokumentasikan JRA

LOKASI & AGENDA KEGIATAN

Kegiatan dilakukan di 8 provinsi:

LOKASI AGENDA LOKASI AGENDA
1. Jawa Timur LINK 5. Gorontalo LINK
2. Lampung LINK 6. Nusa Tenggara Barat LINK
3. Sumatera Selatan LINK 7. Nusa Tenggara Timur  
4. Bengkulu LINK    

 

WAKTU

Bulan Januari sampai Mei tahun 2023

Lokasi Online Luring
Jatim 10-12 Jan (selasa-kamis) 17-19 Jan (selasa-kamis)
Lampung 24-26 Jan (selasa-kamis) 31 Jan-2 Feb (selasa-kamis)
Sumatera Selatan 7-9 Feb (selasa-kamis) 6-8 Feb (senin-rabu)
Bengkulu 28 Feb-2 Maret (selasa-kamis) 7-9 Maret (selasa-kamis)
Gorontalo 14-16 Maret (selasa-kamis) 28-31 Maret
NTT 28-30 Maret (selasa-kamis) 4-6 April (selasa-kamis)
Jambi 11-13 April (selasa-kamis) 2-4 Mei (selasa-kamis)
NTB 9-11 Mei (selasa-kamis) 15-17 Mei (senin-rabu),
Tgl 18 kenaikan isa almasih

 

TIM NARASUMBER

Kemenkes:

  1. Yullita Evarini Yuzwar, MARS
  2. Ikke Yuniherlina, M.Epid
  3. Johanes Eko Kristiyadi, SKM, MKM
  4. Romadona Triada
  5. Viny Sutriani, MPH
  6. Maya Esrawati
  7. Novie Ariani, SKM, M.Epid
  8. Suhesti Dumbela
  9. Zainal Khoirudin
  10. Chita Septiawati, MKM
  11. Abdurrahman SKM, M.Kes
  12. Eka Muhairiyah SKM, M.Kes

Kementan:

  1. Syafrison Idris, MSi
  2. Indri Permatasari
  3. Nurhayati
  4. Gunawan
  5. Vitasari

KLHK:

  1. Dedy Chandra
  2. Ichwan Muslih S.Si, M.Si

WHO dan FAO:

  1. Endang Wulandari, M.Epid
  2. Farida C Zenal, M.Sc
  3. Ali Rizky Arasyi

TIM PENYELENGGARAN

Penanggung Jawab Pelaksana Pelatihan:
Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQUA

Koordinator Pelaksana Pelatihan:
Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep.,MPH

AGENDA KEGIATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Waktu (WITA) Kegiatan Fasilitator
     
HARI 1
VIDEO RECORDING
09.00-09.30 persiapan Zoom Panitia PKMK FK-KMK UGM
09.30-10.00
  • Pembukaan
  • Laporan Penyelenggara
  • Direktur P2PM Kemenkes
  • Sambutan sekaligus membuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Foto Bersama

MC

10.00-10.30

Pengantar Orientasi

(Timja Zoonosis)
10:30-11.30 MODUL 0: PENGANTAR JOINT RISK ASSESSMENT (JRA)
Langkah 0: Materi Pengantar

 

Lucy Rahmadani Putri

11.30-11.45 Break  
11.45-12.00 Pre-Test  
12.30-13.00 istirahat  
13.00-14.30

Modul 1: Persiapan Joint Risk Assessment

Langkah 1: Membentuk dan Melakukan Pertemuan Komite Pengarah JRA dan Langkah 2: Menentukan Ketua JRA
Langkah 3: Membentuk dan Melakukan Pertemuan Tim Teknis JRA
Langkah 4: Membentuk dan Melakukan Pertemuan Kelompok Pemangku Kepentingan JRA

Drh Maya Esrawati

14.30 Penutupan Hari 1  
HARI 2
VIDEO RECORDING
09.30-10.15

Modul 2: Penyusunan Kerangka Risiko Joint Risk Assessment (JRA)

Langkah 5: Menyusun Kerangka Risiko JRA

Yohannes Eko Kristiyadi, SKM,MKM

10.15-11.00

Modul 3: Pelaksanaan Joint Risk Assessment

Langkah 6: Mengidentifikasi dan Membuat Diagram Alur Risiko (Risk Pathways)

Drh Nurhayati

11.00-11.15

Break

 

11.15-12.00

Modul 3A: Pelaksanaan Joint Risk Assessment

Langkah 6: Mengidentifikasi dan Membuat Diagram Alur Risiko (Risk Pathways)

Drh Nurhayati

12.00-13.45

Modul 3A: Pelaksanaan Joint Risk Assessment

Langkah 7: Merumuskan dan Mendokumentasikan Pertanyaan JRA

Drh Nurhayati

13.45-14.30

Modul 3B: Pelaksanaan Joint Risk Assessment

Langkah 8: Meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia

Drh Ikke Yuniherlina, M.Epid

14.30 Penutupan hari 2  
HARI 3
VIDEO RECORDING
09.30-11.00

MODUL 3 B: PELAKSANAAN JOINT RISK ASSESSMENT (JRA Langkah 8: Lanjutan (Karakterisasi)

  • Mengidentifikasi kesenjangan informasi
  • Memperkirakan kemungkinan, memperkirakan dampak serta memberikan ketidakpastian yang sesuai untuk tiap pertanyaan penilaian risiko
  • Memperkirakan risiko dengan plot pada matriks risiko
  • Menginterpretasikan secara teknis

Drh Ikke Yuniherlina, M.Epid

11.00-12.00

MODUL 4: PENGGUNAAN HASIL KELUARAN JOINT RISK ASSESSMENT (JRA)

Langkah 9: Mengidentifikasi Pilihan dalam Manajemen Risiko dan Pesan Komunikasi
Langkah 10: Mendokumentasikan JRA

Drh Eric Setyo Nugroho

12.00-13.00

istirahat

 
13.00 – 14.00

Penugasan berdasarkan Hazard (Break Out/Kelompok)

Fasilitator dan Peserta
14.00 – 14.30

Penjelasan luring dan penutupan sesi daring

Tim UGM
     
Waktu Kegiatan Fasilitator
Hari 1
VIDEO RECORDING
08.30-09.00 Pembukaan (Blended learning)
UGM
WHO (zoom)
UGM, WHO, Kemenkes
09.00-09.30 Overview JRA tools Narasumber / Fasilitator
09.30-09.45 Break  
09.45-10.30 PRAKTEK MODUL 1: Menyiapkan JRA (Langkah 1 – 4)

Lucy Rahmadani Putri

10.30-11.15 PRAKTEK MODUL 2: Pembingkaian Risiko (Langkah 5)

Yohannes Eko Kristiyadi, SKM,MKM

11.15 – 12.00 PRAKTEK MODUL 3 A: Melakukan JRA (Langkah 6 – 7) Drh Nurhayati
12.00-13.00 Istirahat  
13.00-14.00 PRAKTEK MODUL 3 A: Melakukan JRA (Lanjutan)
Langkah 6 – 7
Drh Nurhayati
14.00-17.00 PAPARAN HASIL SEMENTARA JRA (MODUL 1 – 3A)

Narasumber / Fasilitator

Hari 2
VIDEO RECORDING
08.00-12.00 PRAKTEK MODUL 3 B: Melakukan JRA
Langkah 8
Drh Maya Esrawati, M Arsyam dan Yohannes Eko Kristiyadi, SKM,MKM
12.00-13.00 ISHOMA  
13.00-14.00 PRAKTEK MODUL 4: Opsi Manajemen, Pesan Komunikasi dan Dokumentasi (Langkah 9 – 10)

Drh Eric Setyo Nugroho

14.00-15.00 Post Test, evaluasi fasil, evaluasi penyelenggara  
15.00-16.30 Penyusunan Laporan berupa PPT dan Narasi Masing-masing Kelompok
Hari 3
VIDEO RECORDING
08.00-10.00 Melanjutkan Penyusunan Laporan
(PPT dan Narasi)
Masing-masing Kelompok
10.00-10.15 Break  
10.15-12.00

Paparan kelompok

 
12.00-13.00 Istirahat  
13.00-15.00

Penugasan Penyusunan Proposal JRA

Narasumber / Fasilitator
15.00-15.30 Penutupan Yohannes Eko Kristiyadi, SKM,MKM
Post Test    

Narahubung

Andriani Yulianti, MPH: +62 813-2800-3119
Indra Komala N, MPH: +62 812-3975-6111